Beranda Sains Menguak Rahasia Pembangunan Piramida Mesir Secara Ilmiah

Menguak Rahasia Pembangunan Piramida Mesir Secara Ilmiah

Piramida Mesir
Piramida Mesir

Piramida yang dibangun oleh orang Mesir kuno disebut sebagai yang paling megah dan termasyhur di seluruh dunia. Orang Mesir membangun model piramida dengan bentuk dasar persegi dan empat sisi segitiga yang menjulang tinggi.

Desain luar biasa dan ukuran yang begitu besar piramida telah memunculkan beberapa spekulasi umum di kalangan masyarakat. Beberapa orang mengungkapkan pendapatnya bahwa penghuni peradaban Atlantis, kaum Nabi Nuh, dan bahkan makhluk luar angkasa yang membangunnya. Sebagian lain menganggap Orang Mesir Kuno memiliki kemampuan levitasi atau teknologi unik yang sekarang sudah hilang untuk membantu mereka mendirikan bangunan yang luar biasa tersebut.

Memang, pada kenyataannya tidak ada hieroglif atau petunjuk tertentu yang menjelaskan perihal bagaimana pembangunan piramida. Selama berabad-abad, ahli Mesir, ilmuwan, insinyur, penulis, dan ahli matematika berteori tentang bagaimana piramida dibangun. Semuanya setuju, dengan teknik dasar konstruksi pembangunan piramida.

Pahatan tembaga digunakan untuk menggali batuan lunak seperti batu pasir dan batu kapur, sementara dolerit, batuan beku hitam yang keras, digunakan pada granit dan diorit. Blok-blok tersebut diangkut dari tambang yang biasanya berlokasi di Aswan ke lokasi pembangunan di sepanjang Sungai Nil dengan rakit atau tongkang selama musim hujan.

Tanpa mengetahui sistem perodaan, pembangun piramida menggunakan bantuan lembu atau tenaga manusia untuk menyeret batu-batu yang beratnya bisa lebih dari 60 ton (54.431 kg). Pada permukaan yang halus, jalur rata dibangun dari sungai Nil ke lokasi konstruksi. Batu-batu itu ditarik dengan bantuan kereta luncur atau di atas kayu gelinding, dan jalan-jalannya agar lancar kemungkinan dilumasi dengan minyak atau air.

Debat besar para arkeolog, ilmuwan, dan profesional berpusat pada bagaimana batu-batu besar itu diangkat ke atas piramida saat penyusunannya. Bekas jalur yang melandai, terbuat dari lumpur, batu bata, tanah, atau puing-puing yang dicampur dengan serpihan batu bata untuk menambah stabilitas dan kekuatan telah ditemukan di beberapa lokasi piramida.

Beberapa ahli Mesir Kuno berteori bahwa landai samping bisa saja dibuat, berputar di sekitar empat sisi struktur. Beberapa berasumsi adanya jalan lurus dan miring yang dibangun dari tanah ke setiap sisi, yang secara konstan dinaikkan ketika piramida naik. Satu teori baru-baru ini menunjukkan bahwa dua jenis jalan landai digunakan: jalan eksternal untuk membangun bagian bawah piramida dan jalan internal untuk menyelesaikan strukturnya.

Makam pekerja piramida yang ditemukan baru-baru ini juga menunjukkan bahwa bangunan itu dibangun oleh buruh bayaran, bukan oleh budak seperti yang diyakini sebelumnya. Banyak dari pekerja itu adalah petani dan penduduk desa setempat, yang menganggapnya sebagai kehormatan tinggi bila bekerja untuk penguasa raja-dewa mereka dan membangun monumennya.

Para pekerja diberikan makanan, pakaian, dan perumahan yang layak, serta banyak yang menerima keringanan pajak dan fasilitas lainnya untuk usaha yang telah mereka kerjakan. Ilmuwan Mesir modern memperkirakan ada sebanyak 30.000 pekerja mengerjakan satu piramida.

Apa pun proses konstruksinya yang begitu tepat, tidak dapat dipungkiri bahwa bangsa Mesir kuno memang telah mampu membangun beberapa proyek bangunan yang paling masif dan menakjubkan di jamannya. Para arkeolog yakin bahwa mereka mencapai kesuksesan tanpa bantuan supranatural dan tentu saja tanpa bantuan makhluk asing atau alien.