Beranda Teknologi Google+ Tutup Tanggal 2 April, Penghapusan Dimulai Bulan Ini

Google+ Tutup Tanggal 2 April, Penghapusan Dimulai Bulan Ini

3
Google+ Plus
Google Plus

Google, sebuah perusahaan yang identik dengan warna pelangi itu telah mengumumkan rencananya untuk sepenuhnya menutup kembali Google+ pada Desember tahun lalu. Diluncurkan pada 2011, Google+ awalnya diharapkan mampu menyandingi Facebook dengan sejumlah fitur serupa. Namun nyatanya, justru tidak mendapatkan banyak daya tarik selama bertahun-tahun terakhir ini.

Meski Google+ akan berhenti permanen tanggal 2 April 2019, perusahaan mengatakan akan mulai menghapus beberapa fitur paling cepat mulai 4 Februari. Google telah menguraikan garis waktu kapan dan fitur mana yang akan dihapus terlebih dahulu dan bagaimana pengguna Google+ dapat mengunduh datanya jika diperlukan.

Pada halaman dukungan baru yang diposting pada hari Senin, Google mengatakan mulai 4 Februari akan membatasi pengguna untuk membuat profil, halaman, komunitas, atau acara Google+ baru. Pemilik dan moderator komunitas Google+ dapat mengunduh data mereka mulai awal Maret 2019. Data ini akan mencakup informasi penulis, badan konten, dan foto yang diposting di komunitas publik Google+.

Mulai 2 April 2019, akun dan halaman Google+ akan menjadi offline. Google akan menghapus semua data pengguna. Jika mungkin Anda pernah mengarsipkan foto dan video di Google+, kesemuanya juga akan dihapus permanen. Jika Anda memiliki banyak data di server Google+, pastikan agar mengunduh dan menyimpannya dengan baik sebelum 2 April.

Namun, Google mengklaim proses penghapusan data Google+ pengguna akan memakan waktu beberapa bulan. Konten yang diposting di Google+ dapat tetap terlihat selama waktu itu. Perusahaan mengatakan pengguna mungkin masih dapat melihat log aktivitas dan beberapa konten Google+ milik pengguna juga dapat terlihat melalui G Suite.

Di halaman dukungan baru, Google masih memiliki alasan yang sama, perusahaan memutuskan untuk mengakhiri Google+ karena penggunaan yang rendah dan “tantangan-tantangan lain yang terkait dalam mempertahankan produk yang sukses”.

Namun, bug yang pernah ditemukan tahun lalu hingga mengekspos 500.000 data milik pengguna. Google masih tegas pendirian bahwa tidak ada pengembang yang mengeksploitasi kerentanan (vulnerability) dan perusahaan belum dapat menemukan penyalahgunaan data yang dimaksud.

Sumber: https://support.google.com/plus/answer/9195133?hl=id

Loading...