Beranda Dunia Banyak Limbah Elektronik, Begini Cara Afrika Mengakalinya

Banyak Limbah Elektronik, Begini Cara Afrika Mengakalinya

Limbah bekas elektronik
Komponen bekas komputer dijadikan anting

Seiring semakin meningkatnya penggunaan barang-barang elektronik membuat Benua Afrika dibanjiri limbah elektronik. Menurut laporan dari program lingkungan PBB, sekitar 40% tempat pembuangan elektronik di dunia berada di Afrika. Sebuah organisasi di Kenya akhirnya membantu mengelola limbah ini lewat program daur ulang lokal dan ekspor.

Perekonomian Afrika yang terus bertumbuh membuat barang elektronik konsumen menjadi lebih murah di benua ini. Ponsel, televisi dan laptop terus membanjiri Benua Afrika. Di Kenya saja konsumen menghabiskan miliaran dolar per tahun untuk barang elektronik, dan ini semakin menambah banyaknya limbah elektronik.

Menurut data PBB, 19 dari 50 tempat pembuangan sampah terbesar di dunia, yang disebut sebagai E-waste atau sampah elektronik berada di Afrika.

Kami memiliki banyak praktik buruk mengenai pengelolaan limbah, misalnya membuang sampah di tempat pembuangan yang tidak benar dan juga ada praktik pembakaran limbah terbuka yang sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan.

Abouraman Bary, Program Lingkungan PBB

Badan program lingkungan PBB atau United Nations Environment Programme (UNEP), memperkirakan 50 juta ton limbah elektronik global diproduksi setiap tahun. Pada pertengahan abad ini jumlah itu akan lebih dari dua kali lipat. samson Wachira dari Kenya, ikut berperan mengurangi limbah elektronik Afrika dengan membeli komputer bekas

Sebagian besar kami jual komponennya, jadi tidak yang harus hidup. Misalnya catu daya masih bagus, kita bisa pakai ke komputer lain. Kita periksa apakah RAM masih berfungsi, bisa dipasang di mesin lain atau dijual sebagai spare part komponen.

Samson Wachira, Teknisi Komputer

Untuk bagian komputer yang tidak ia butuhkan, Samson menjualnya ke pendaur ulang limbah elektronik. Salah satu kelompok yang berpusat di Kenya, Environserve, sedang mencoba mengubah cara limbah elektronik Afrika dikelola, yakni dengan melepas bagian-bagian logam dan plastiknya.

Semuanya dibuka dan dipisahkan untuk ditangani nanti. Yang tidak bisa kita tangani adalah hal-hal seperti layar CRT, baterai, sirkuit elektroniknya. Semua itu dikemas dalam wadah dan dikirim ke fasilitas kami di Dubai

Shaun Mumford, Environserve Afrika Timur

Perusahaan daur ulang limbah elektronik seperti Environserve ini semakin dibutuhkan di Afrika terutama karena lebih dari 50% populasi Afrika berusia dibawah 30 tahun, sehingga permintaan akan barang elektronik terbaru terus meningkat dan ini membuat semakin bertambahnya limbah elektronik bekas.