Beranda Pengetahuan Autisme adalah, Penjelasan dan Ciri-ciri Anak yang Mengidap Autis

Autisme adalah, Penjelasan dan Ciri-ciri Anak yang Mengidap Autis

12
Anak autis
Banyak anak autis yang berhasil dalam pendidikannya di sekolah

Pandangan stereotip tentang autisme adalah seperti yang digambarkan oleh Dustin Hoffman dalam film Rainman. Seorang individu yang tidak dapat berinteraksi dengan baik di lingkungan masyarakat, dengan kondisi kemampuan mental yang tidak biasa (di bawah rata-rata), perilaku berulang dan pola bicara yang aneh.

Penyakit ini dikenali sebagai gangguan perkembangan yang dapat dimulai saat lahir atau di masa kanak-kanak. Jika tidak ditangani dengan tepat, dampaknya dapat merusak kemampuan anak tersebut dalam mengembangkan interaksi sosial secara normal.

Autisme dapat terjadi di mana saja, satu dari 166 kelahiran hingga satu dari 500 kelahiran. Meningkat drastis setelah sebelumnya oleh para ahli dianggap terjadi hanya sekali dalam setiap 10.000 kelahiran. Tidak jelas apakah peningkatan diagnosis baru-baru ini disebabkan oleh kriteria diagnostik yang lebih baik atau karena peningkatan aktual dalam seberapa sering hal itu terjadi.

Penyebab Autisme

Penyebabnya masih menjadi subjek kontroversial di kalangan para ilmuwan dan peneliti. Meskipun kecenderungan genetik, faktor lingkungan juga bisa menjadi kandidat utama.

Kondisi ini diyakini sebagai gangguan neurologis dan sensorik, autistik (penderita autis) tidak mempersepsikan dan berinteraksi dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh non-autistik. Mereka memiliki cara pandang lain yang tidak biasa.

Temple Grandin, seorang autis yang telah memperoleh gelar PhD dalam bidang perilaku hewan (animal behaviour), telah menulis pengalaman hidupnya dengan kondisi autisme dalam buku berjudul Thinking in Pictures. Dia mengatakan bahwa kognisi autistik jauh lebih erat terkait dengan rangsangan visual daripada non-autistik.

Ciri-ciri Anak Autis

Autisme pada anak-anak dapat didiagnosis sedini mungkin, bahkan semenjak usia 12 hingga 18 bulan. Tanda-tandanya meliputi berikut ini:

  • Masalah perkembangan bahasa: Seorang bayi mungkin mengoceh dan mulai mengenal satu kata, kemudian pada suatu saat berhenti belajar kata-kata baru dan kehilangan kata-kata yang pernah ia ucapkan (sebelumnya). Beberapa anak autis bahkan tidak pernah mengembangkan bahasa sama sekali.
  • Kemunduran sosial: Alih-alih menikmati dan mencari interaksi sosial, balita dengan autisme justru akan menghindarinya, lebih memilih kehidupannya sendiri (menyendiri). Seorang anak yang secara aktif, bahkan obsesif, menghindari kontak mata (dengan orang lain) mungkin berada pada tahap awal kondisi autisme.
  • Masalah pemrosesan sensorik: adalah kesulitan dalam mengatur dan merespons informasi yang masuk melalui indera. Anak-anak dengan masalah autisme bisa menjadi terlalu sensitif terhadap input sensorik, kurang sensitif, atau bahkan keduanya.
  • Perilaku berulang: Anak-anak dengan kondisi autisme sering melakukan gerakan ritualistik atau berulang-ulang. Mengepakkan tangan, mengatur-atur mainan tetapi tidak memainkannya, membuka dan menutup pintu almari secara berulang kali dalam jangka waktu lama bisa merupakan ciri khas autisme.

Penanganan dan Perawatan Anak Autis

Autisme dianggap sebagai spectrum disorder atau gangguan spektrum, yang berarti kondisi penderita yang disebabkan olehnya bisa ringan hingga parah. Semakin dini gangguan didiagnosis dan diobati, seringkali dengan intervensi kognitif dan perilaku, penderita autistik dapat dipulihkan kembali secara normal.

Banyak orang yang didiagnosis autis hari ini bisa menjalani kehidupan normalnya kembali dan berhasil dalam sistem pendidikan. Banyak kota sekarang memiliki layanan khusus dalam sistem pendidikan khusus untuk merawat anak-anak autis. Orang tua harus berkonsultasi dengan dokter anak guna mendapatkan informasi tentang diagnosis dan perawatan jika ada kemungkinan si anak mengalami kondisi autisme.

Loading...