Beranda Pengetahuan Asuransi Islam/Syariah – Pengertian, Perbedaan, dan Manfaatnya

Asuransi Islam/Syariah – Pengertian, Perbedaan, dan Manfaatnya

Asuransi Islam Syariah
Asuransi Islam Syariah

Sebagai seorang muslim, sudah sepantasnya dalam menjalankan kegiatan kita sesuai dengan tuntunan syari’at Islam yang berlaku. Termasuk dalam memilih investasi jangka panjang seperti asuransi dengan memilih perusahaan asuransi islam.

Dengan adanya asuransi islami, masyarakat tetap dapat membuat asuransi untuk menghadapi hal-hal mendesak di kemudian hari tanpa melanggar ketentuan agamanya. Dengan menggunakan jasa asuransi berbasis syari’ah, Anda terbebas dari riba yang merupakan hal yang dilarang dalam agama Islam. Agar lebih paham, simak terlebih dahulu pengertian, manfaat, dan perbedaan antara asuransi Islam dengan asuransi konvensional di bawah ini.

Pengertian Asuransi Islam

Asuransi Islam/syari’ah adalah investasi untuk menghadapi hal-hal tak terduga seperti kerusakan, kehilangan, kematian, kerugian, dan lainnya yang menggunakan sistem syari’ah sehingga sesuai dengan ajaran islam.

Menurut Dewan Syari’ah Nasional (DSN) dan juga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asuransi Syari’ah adalah sebuah usaha saling melindungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang melalui investasi dalam bentuk aset dan/atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad yang sesuai dengan syari’ah.

Manfaat Asuransi Islam

Terhindar Dari Riba

Dengan memilih asuransi islam, Anda terbebaskan dari perkara riba. Yang mana riba termasuk ke dalam salah satu dari dosa besar dalam hukum islami adalah riba. Riba adalah penetapan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada peminjam.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Al-Baqarah ayat 275-279 yang artinya:

“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS Al-Baqarah 275-279)

Pengelolaan Dana Yang Transparan

Asuransi Islam memiliki keunggulan dalam mengurus dana pesertanya. Pengelolaan dana tabarru, keuntungan, dan risikonya dipaparkan secara jelas di awal akad. Dengan demikian, Anda lebih tahu bagaimana perusahaan mengendalikan dana asuransi Anda.

Uang Denda Digunakan Untuk Kegiatan Sosial

Dengan mengikuti asuransi islam, jika terkena denda, Anda sama halnya membantu orang lain. Karena dana tersebut akan digunakan untuk kepentingan yang bersifat umum.

Diawasi Dewan Syari’ah

Asuransi Islam dibawah pengawasan ketat dari Dewan Syari’ah Nasional (DSN) agar pelaksanaannya tetap pada prinsip islami. DSN sendiri merupakan bentukan Majelis Ulama Indonesia yang bertugas mengawasi dan mengeluarkan fatwa atau hukum yang mengatur ekonomi syari’ah di Indonesia.

Terjamin Halal

Seluruh perjanjian didasarkan pada akad tabarru yang sesuai dengan sistem syari’ah sehingga tidak perlu diragukan lagi kehalalannya. Bukan hanya itu, peserta asuransi Islam juga diwajibkan untuk mengeluarkan zakat.

Perbedaan Asuransi Islam Dengan Asuransi Konvensional

Menggunakan Konsep Wadiah

Berbeda dengan asuransi konvensional yang mengenal istilah dana hangus, di dalam asuransi Islam dana yang sudah dikeluarkan pemegang polis dapat ditarik sebagian bahkan bisa seluruhnya.

Peserta Lebih Diuntungkan

Alih-alih menguntungkan perusahaan, di asuransi islam, justru seluruh dana asuransi adalah milik seluruh peserta asuransi. Perusahaan hanya bertindak sebagai pengelola saja dan keuntungan dana asuransi perusahaan dialokasikan kepada semua peserta asuransi.

Sistem Perjanjian Akad

Asuransi Islam menggunakan sistem perjanjian akad hibah/tabarru’.Tentunya jauh berbeda dibandingkan dengan asuransi konvensional pada umumnya yang sistem perjanjiannya tidak jauh berbeda dengan perjanjian jual beli.

Perbedaan lain

Terdapat segudang perbedaan di antara asuransi Islam dengan konvensional. Termasuk dalam pengelolaan resiko, pemgelolaan dana, instrumen investasi, kepemilikan dana, pembagian keuntungan dan perbedaan-perbedaan dalam aspek lainnya yang akan segera Anda ketahui setelah menjadi peserta asuransi.

Sudah mengerti tentang asuransi islam dengan segala seluk beluknya? Kini Anda dapat mempertimbangkan kembali untuk membuat asuransi di perusahaan asuransi Islam daripada perusahaan asuransi konvensional.