Home » Sains» Tahukah Anda?» Bukan Hitam atau Berlubang, Ini Bentuk Sebenarnya Black Hole

Bukan Hitam atau Berlubang, Ini Bentuk Sebenarnya Black Hole

. . Tidak ada komentar:
Kembali pada sejarah teoritis awal tahun 1784, gagasan tentang lubang hitam telah membentuk imajinasi kolektif publik sejak paruh terakhir abad lalu. Diperkirakan seperti sebuah zat yang begitu padatnya sehingga cahaya sekalipun bisa tersedot dengan kuat. Lubang hitam telah menjadi alat plot hebat, digunakan dengan cara apa pun sesuai yang diperlukan, pada hampir semua jenis cerita fiksi ilmiah hingga saat ini. Namun, ternyata, black hole atau  lubang hitam bukanlah berbentuk hitam maupun berlubang. Jadi, apa sebenarnya lubang hitam itu?
Ini Bentuk Sebenarnya Black Hole
Lubang hitam di pusat galaksi Bimasakti
REALITA
Gagasan tentang lubang hitam dapat ditelusuri kembali ke tahun 1784 ketika seorang ilmuwan Inggris bernama John Michell mengajukan argumennya jika sebuah bintang bisa begitu padat sehingga bahkan cahayapun tidak bisa lepas darinya.

Meskipun dia tidak bisa membuktikan keberadaan lubang hitam, menggunakan perhitungan sederhana yang dia miliki selama abad ke-18, Michell mampu menduga bahwa tubuh supermasif dapat dideteksi melalui efek gravitasinya dari planet-planet  terdekat seperti bulan, dll. Efek itu akan menjadi ciri utama untuk menemukan lubang hitam. Namun, pada abad ke-19, sebagian besar teori Michell tidak begitu digubris oleh kebanyakan ilmuan lain.

Kemudian sampai pada tahun 1915 dan teori relativitas umum Albert Einstein. Seperti kita tahu, rumusnya tampak sangat mudah bagi semua orang, tetapi tidak mudah untuk menjelaskan fungsi sebenarnya dari perhitungan E = MC2. Nah, teori itu selanjutnya dikembangkan untuk membuktikan apa apa yang diyakini Michell memang benar, dan akhirnya dikenal sebagai black hole.

Sejak abad ke-20, banyak fisikawan terus bekerja untuk membuktikan teori Einstein tersebut. Hal itu tidak akan terjadi sampai 1964, ketika istilah “hitam” dan “lubang” kemudian digunakan bersama untuk menggambarkan fenomena akan teori itu. Dalam sebuah artikel berjudul “Black Holes in Space (Lubang Hitam di Luar Angkasa)”,  jurnalis Ann Ewing menyatukan kata-kata itu, untuk pertama kalinya, dalam sebuah artikel setelah menghadiri pertemuan Asosiasi Amerika untuk Kemajuan Sains.

Akan ada tambahan tiga tahun kemudian sebelum nama itu muncul. Ahli fisika John Wheeler, yang dikreditkan karena menggabungkan kalimat itu, menggunakan kata-kata yang bertele-tele lagi selama pidatonya pada tahun 1967. Tak lama kemudian kata-kata "lubang hitam" lalu membentuk imajinasi publik seperti lubang hitam yang berbentuk hitam dan mempunyai lubang.

Jadi, jika lubang hitam tidak berbentuk hitam atau berlubang, lalu apa sebenarnya itu? Sederhananya, lubang hitam adalah sisa-sisa bintang supermasif yang runtuh ke dirinya sendiri. Sisa-sisa ini cenderung terukur hanya berjarak beberapa mil dengan diameter (tak terbayangkan begitu hebat tingkat kepadatannya) namun masih memiliki medan gravitasi yang cukup kuat untuk bahkan bisa menarik cahaya dalam waktu sekelebat.

Karena fenomena itulah, jika seseorang melihat tubuh supermasif ini dari jarak jauh yang aman, maka akan terlihat seperti  sebuah lubang hitam di tengah ruang angkasa.

Komentar Anda