Home » Kesehatan» Minyak Kelapa» Beragam Khasiat Minyak Kelapa yang Sudah Terbukti Secara Ilmiah

Beragam Khasiat Minyak Kelapa yang Sudah Terbukti Secara Ilmiah

. . Tidak ada komentar:
Manfaat kesehatan akan minyak kelapa sebenarnya sudah diketahui sejak lama, namun pada saat itu belum ada penelitian secara ilmiah untuk memberikan bukti empirisnya. Diantara banyak khasiat minyak kelapa bagi kesehatan, beberapa yang sudah dibuktikan secara ilmiah antara lain memperbaiki kesehatan jantung dengan meningkatkan kadar kolesterol HDL, diet untuk penurunan berat badan, mengobati infeksi ragi, perawatan kulit, perawatan rambut, memperbaiki pencernaan, dan meningkatkan kekebalan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit.
Khasiat minyak kelapa
Minyak kelapa
Minyak kelapa digunakan tidak hanya di negara-negara tropis saja, dimana perkebunan kelapa berlimpah, tetapi juga di AS, Kanada, Eropa, dan Australia. Orang-orang telah merasakan sendiri manfaat nyata dari minyak kelapa, sehingga sampai saat ini minyak kelapa sudah populer digunakan oleh orang di seluruh dunia..

Manfaat Kesehatan Minyak Kelapa

Minyak kelapa memiliki beberapa manfaat kesehatan, yang paling penting adalah kegunaannya dalam perawatan rambut dan perawatan kulit.

Meningkatkan kadar HDL Kolesterol
Menurut Walter C. Willett, M.D., dari Harvard Medical School, minyak kelapa membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) yang baik dalam meningkatkan kesehatan jantung. Namun, Willett juga menyarankan agar menggunakan minyak kelapa secara tidak berlebihan karena sebagian besar penelitian yang dilakukan pada minyak kelapa dan pengaruhnya pada tingkat kolesterol didasarkan pada studi jangka pendek.

Meningkatkan Penurunan Berat Badan dengan Membakar Lemak Berlebih
Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Dr. Assuncao, M.L. di Faculdade de Nutrição, Universidade Federal de Alagoas, menemukan bahwa minyak kelapa bermanfaat menurunkan berat badan terutama untuk mengurangi obesitas di perut.

Minyak kelapa juga mudah dicerna dibandingkan dengan minyak nabati lainnya, sehingga membantu meningkatkan kesehatan sistem tiroid dan endokrin. Lebih lanjut, menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Liau Kai Ming. di Universiti Sains Malaysia, minyak kelapa meningkatkan laju metabolisme tubuh dengan menghilangkan tekanan pada pancreas. Dengandemikian, akan membakar lebih banyak energi dan membantu orang yang kegemukan dan kelebihan berat badan menurunkan berat badan lebih cepat.

Meningkatkan Kesehatan Jantung
Sebuah studi peninjauan yang dipimpin oleh Laurene Boateng dkk. menyatakan bahwa 50% lemak yang ditemukan dalam minyak kelapa adalah MCT seperti asam laurat. Asam-asam ini diserap dengan mudah oleh usus dan dapat digunakan oleh tubuh untuk menghasilkan energi. Namun demikian MCT tidak berpartisipasi dalam transportasi atau biosintesis kolesterol.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada 116 pasien penyakit arteri koroner, diketahui bahwa diet yang kaya akan extra virgin coconut oil menyebabkan peningkatan kadar kolesterol baik (kolesterol HDL) dan penurunan kadar kolesterol jahat.

Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Dr. Alan Feranil., Universitas San Carlos menunjukkan bahwa asupan minyak kelapa dalam jumlah yang tidak berlebihan dapat membantu dalam menjaga profil lipid yang sehat pada wanita pra-menopause. Jadi akhirnya, apakah minyak kelapa baik atau buruk untuk jantung?.

Nah, jika Anda menggunakannya untuk tujuan yang dapat dimakan, periksa kadar kolesterol Anda secara teratur. Jika ternyata dari hasil tes kadar kolesterolnya meningkat, lebih baik berhenti mengonsumsi minyak kelapa. Bagaimanapun juga, konsultasikan dengan praktisi medis profesional sebelum Anda mulai mengonsumsi minyak kelapa secara ekstensif. Jangan anggap sepele masalah kesehatan jantung.

Perawatan Rambut
Wanita di daerah pesisir tropis di dunia menggunakan minyak kelapa  untuk rambut hampir setiap hari. Minyak teksturnya seperti mentega yang tebal itu membantu pertumbuhan rambut yang sehat dan berkilau. Aarti S. Rele dan R. B. Mohile dalam penelitiannya yang diterbitkan dalam Journal of Cosmetic Science menemukan bahwa minyak kelapa juga sangat efektif dalam mengurangi kehilangan protein, yang jika tidak terkendali dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan rambut. Karena berat molekulnya rendah, ia mampu menembus batang rambut dan mencegah kerusakan rambut.

Inilah alasan mengapa minyak kelapa digunakan sebagai minyak perawatan rambut, dan dalam pembuatan berbagai krim pelembab dan ketombe. Varietas terbaik untuk rambut sehat adalah minyak kelapa organik extra virgin. Aplikasikan saja secara topikal ke rambut Anda atau gunakan masker rambut minyak kelapa.

Khawatir tentang rambut yang rusak? Sekali lagi minyak kelapa adalah solusinya. Minyak kelapa bisamenjadi kondisioner yang sangat baik dan membantu proses pertumbuhan kembali rambut yang rusak. Minyak kelapa juga mengandung protein penting yang dibutuhkan untuk menyuburkan dan menyembuhkan rambut yang rusak. Studi penelitian lain yang dilakukan oleh Ruetsch SB, TRI / Princeton menunjukkan bahwa minyak kelapa memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap rambut dari kerusakan yang disebabkan oleh kelelahan higra.

Dengan memijat kepala secara teratur menggunakan minyak kelapa, kita bisa menjaga kulit kepala agar bebas dari ketombe, bahkan jika kulit kepala sudah kering secara kronis sekalipun. Selain itu juga bisa membantu menjaga rambut dan kulit kepala bebas dari infestasi kutu.

Perawatan kulit
Tahukah Anda bahwa minyak kelapa sangat cocok untuk kulit? Nah menurut penelitian 2018 oleh Dr. Lily Zhong (California State University) dkk. Terkait efek minyak nabati pada kulit, minyak kelapa ditemukan kaya akan antibakteri, anti penuaan, antioksidan, penyembuhan luka, dan sifat anti-inflamasi.

Berbagai masalah kulit yang dapat diobati dengan minyak kelapa meliputi:

Eksim & psoriasis: Aplikasi minyak kelapa murni secara topikal dapat mengurangi tingkat keparahan kondisi penyakit ini.

Radiasi UV: Penelitian oleh R. R. Korac, K. M. Khambholja menemukan bahwa penggunaan minyak kelapa melindungi kulit terhadap efek berbahaya dari sinar UV.

Dermatitis: Sebuah studi oleh Allison L. Goddard dan Peter A. Lio menemukan bahwa minyak kelapa efektif dalam meredakan gejala dermatitis atopik dibandingkan dengan minyak mineral lain. Studi lain menemukan bahwa minyak kelapa murni dapat digunakan sebagai cara yang efektif untuk mengobati dermatitis atopik.

Luka kulit: Virgin coconut oil berkhasiat dan efektif membantu mempercepat penyembuhan luka pada kulit.

Xerosis atau kulit kering: Vermen M. Verallo-Rowell M.D dan Agero, AL dalam penelitiannya menemukan bahwa minyak kelapa adalah pelembab yang aman dan efektif untuk kulit. Minyak kelapa murni, organik, non-transgenik murni adalah minyak pijat sangat baik yang dapat digunakan untuk semua jenis kulit, termasuk kulit kering.

Aktivitas antimikroba: Monolaurin adalah komponen aktif dari minyak kelapa yang ditemukan bersifat antibakteri, antivirus, dan antijamur. Manfaatnya untuk melindungi terhadap efek berbahaya dari bakteri seperti Staphylococcus aureus yang menyebabkan jerawat dan infeksi kulit lainnya.

Luka Bakar: Penggunaan minyak kelapa membantu mengobati luka bakar secara efektif.

Lain-lain: Minyak kelapa juga membantu memperbaiki  dan meningkatkan pelindung kulit.

Tidak seperti minyak mineral, tidak ada kemungkinan memiliki efek samping pada kulit dari aplikasi minyak kelapa. Oleh karena itu, telah lama digunakan dengan aman selama ribuan tahun oleh nenek moyang kita untuk mencegah kekeringan dan pengelupasan pada kulit.

Untuk alasan itulah, minyak kelapa seringkali menjadi bahan dasar berbagai produk perawatan tubuh seperti sabun, lotion, dan krim yang digunakan untuk perawatan kulit. Tak hanya itu saja, minyak kelapa juga bisa menunda munculnya keriput dan kulit kendur, yang biasanya menyertai proses penuaan.

Minyak Kelapa membantu mengobati penyakit Alzheimer
Sebuah penelitian terbaru oleh Dr. De la Rubia Orti JE. di Universidad Católica de Valencia menemukan bahwa penggunaan minyak kelapa meningkatkan kemampuan kognitif pasien Alzheimer. Studi lain yang dilakukan oleh Stephen C. Cunnane dkk. menunjukkan bahwa MCT yang ditemukan dalam minyak kelapa adalah sumber keton yang berhubungan dengan peningkatan memori. Tetapi data klinis dan ilmiah lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah minyak kelapa benar-benar meningkatkan fungsi otak dalam bentuk apa pun. National Institutes of Health (NIH) saat ini juga tengah menjalankan uji klinis untuk menemukan hal yang sama.

Minyak Kelapa membantu Mencegah Infeksi Ragi - Candida
Candida, juga dikenal sebagai kandidiasis sistemik, adalah penyakit tragis yang disebabkan oleh pertumbuhan ragi yang berlebihan dan tidak terkendali yang disebut Candida albicans di perut. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Medicinal Food oleh Dr. David Olusoga Ogbolu. Pada minyak kelapa ditemukan adanya efek meringankan peradangan yang disebabkan oleh candida, baik secara eksternal maupun internal. Kapasitas penahan kelembabannya yang tinggi membuat kulit tidak retak atau terkelupas. Asam kaprat, asam kaprilat, asam kaproat, asam miristat, dan asam laurat yang ditemukan dalam minyak kelapa membantu menghilangkan Candida albicans.

Lebih lanjut, tidak seperti perawatan farmasi lain untuk candida, efek minyak kelapa bersifat bertahap dan tidak drastis atau tiba-tiba, yang memberikan pasien sejumlah waktu yang tepat untuk membiasakan diri dengan gejala penarikan atau reaksi Herxheimer (nama yang diberikan pada gejala yang menyertai tubuh ketika terjadi proses penolakan racun yang dihasilkan selama eliminasi jamur tersebut). Tetapi dalam perawatan kondisi ini, orang-orang harus secara sistematis dan bertahap meningkatkan dosis konsumsi minyak kelapa, dan tidak disarankan langsung memulainya dengan jumlah yang besar.

Minyak Kelapa Meningkatkan Kesehatan Gigi
Banyak penelitian menunjukkan bahwa penggunaan minyak kelapa efektif terhadap berbagai masalah gigi seperti plak dan halitoisis. Penelitian terbaru oleh Dr. F. C. Peedikayil menemukan bahwa minyak kelapa dapat menjadi prosedur yang efektif dalam mengurangi pembentukan plak dan gingivitis yang diinduksi oleh plak itu sendiri.

Kontrol kejang
Penelitian oleh Pishan Chang, diet ketogenik MCT digunakan dalam mengobati epilepsi anak yang sulit disembuhkan. Studi lain menunjukkan penggunaannya untuk mengobati epilepsi yang resistan terhadap obat. Lebih lanjut, Chomtho K, dalam penelitiannya menemukan bahwa diet semacam ini juga efektif pada anak-anak Thailand yang menderita epilepsi akut. Namun demikian, para peneliti juga mengatakah masih diperlukan penelitian lebih besar lagi untuk benar-benar memastikannya.

Karena adanya MCT dalam minyak kelapa itulah, sehingga dapat digunakan sebagai bagian dari diet ketogenik untuk mengobati kejang dan epilepsi.

Manfaat lainnya
Efek Antimikroba: Penelitian awal oleh Mary Enig Ph.D. menunjukkan adanya efek mengurangi minyak kelapa pada pertumbuhan virus pasien HIV. Menurut Pusat Penelitian Kelapa (http://coconutresearchcenter.org/) , minyak kelapa membunuh virus yang menyebabkan influenza, campak, hepatitis, herpes, SARS, dan risiko kesehatan serius lainnya. Juga membunuh bakteri yang menyebabkan bisul, infeksi tenggorokan, infeksi saluran kemih, radang paru-paru, dan kencing nanah. Selain itu, minyak kelapa juga dapat membantu menghilangkan jamur dan ragi yang menyebabkan kurap, kaki atlet, sariawan, dan ruam popok.

Kesehatan Ginjal & Hati: Adanya kandungan medium chain triglyceride (MCT) dan asam lemak dalam minyak kelapa dapat membantu mencegah penyakit ginjal, hati dan kandung empedu. Minyak kelapa juga dipercaya bermanfaat menjaga kesehatan pankreas dengan mengobati pankreatitis. Namun, penelitian ilmiah lebih lanjut diperlukan untuk memastikan manfaat ini.

Sistem Pencernaan & Kekebalan Tubuh: Lemak jenuh seperti asam laurat dan monolaurin yang ada dalam minyak kelapa memiliki sifat antimikroba, antibakteri dan antivirus. Sifat-sifat ini dapat membantu dalam menangani berbagai bakteri, jamur, dan parasit yang menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Penggunaan minyak kelapa juga telah terbukti membantu beberapa masalah berikut:

Meringankan stres: Minyak kelapa murni untuk aromaterapi sangat menenangkan dan membantu menghilangkan stres. Menerapkannya ke kepala, diikuti dengan pijatan lembut, membantu menghilangkan kelelahan mental. Menurut penelitian oleh Dr. Swee Keong Yeap dkk., Minyak kelapa murni memberi kelegaan akibat stres dan memiliki sifat antioksidan.

Penyembuhan luka: Ketika dioleskan ke area yang terinfeksi, minyak kelapa membentuk lapisan kimia yang melindungi bagian tubuh yang terinfeksi dari debu, udara, jamur, bakteri, dan virus eksternal.

Diabetes: Minyak kelapa murni membantu mengendalikan gula darah, dan meningkatkan sekresi insulin. Juga meningkatkan pemanfaatan glukosa darah yang efektif, dengan demikian, mencegah dan mengobati diabetes.

Tulang: Seperti disebutkan sebelumnya, minyak kelapa meningkatkan kemampuan tubuh kita untuk menyerap mineral penting. Ini termasuk kalsium dan magnesium, yang diperlukan untuk perkembangan tulang. Dengan demikian, sangat berguna bagi wanita yang rentan terhadap osteoporosis setelah usia paruh baya.

Meningkatkan Energi: Minyak kelapa sering digunakan oleh atlet, binaragawan dan mereka yang sedang berdiet. Alasan di balik ini adalah minyak kelapa mengandung lebih sedikit kalori daripada minyak lainnya, kandungan lemaknya mudah diubah menjadi energi, dan tidak menyebabkan akumulasi lemak di jantung dan arteri. Sehingga membantu meningkatkan energi dan daya tahan serta meningkatkan kinerja atlet.

Referensi:
  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12715094
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11413497
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21669587
  4. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed?term=%22Lipids%22[Jour]+AND+44[volume]+AND+2009[pdat]+AND+ferreira[author]
  5. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19437058
  6. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25838632
  7. http://coconutresearchcenter.org/articles-and-videos/coconut-information/cholesterol-hiv-and-coconut-oil/
  8. http://coconutresearchcenter.org/
  9. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4247320/
  10. https://www.youtube.com/watch?v=lTngeeJqcm4
  11. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/coconut-oil
  12. http://coconutketones.com/
  13. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5796020/
  14. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4518179/
  15. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/28421789
  16. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17651080
  17. https://ndb.nal.usda.gov/ndb/foods/show/04047
  18. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5044790/
  19. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15724344
  20. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24320105
  21. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12715094
  22. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22279374
  23. https://nyaspubs.onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/nyas.12999
  24. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15123336
  25. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3226242/
  26. https://ndb.nal.usda.gov/ndb/foods/show/04047

Komentar Anda