Home » Kesehatan» Fakta-fakta Tentang Pil Kontrasepsi yang Bermanfaat Untuk Diketahui

Fakta-fakta Tentang Pil Kontrasepsi yang Bermanfaat Untuk Diketahui

. . Tidak ada komentar:
Fakta tentang pil kontrasepsi
Pil kontrasepsi pria
Selangkah lebih maju, para ilmuwan kini telah berhasil menciptakan pil kontrasepsi yang dikhususkan untuk pria. Sebelumnya hanya ada pil kontrasepsi wanita mengandung campuran hormon estrogen dan progesteron, yang efek sampingnya dapat menyebabkan kenaikan berat badan, mual dan suasana hati yang tidak menentu.

Berikut beberapa fakta penting tentang pil kontrasepsi pria yang perlu Anda ketahui:

- Saat ini, pil kontrasepsi pria sebagian besar terbatas hanya pada kondom, yang memiliki peluang kegagalan  hingga 18 persen, jika salah dalam penggunaannya.

- Senyawa yang disebut EP055 mengikat protein sperma dan mengurangi mobilitas tanpa memengaruhi hormon, membuat EP055 pil kontrasepsi pria potensial tanpa efek samping, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh University of North Carolina diterbitkan dalam jurnal Plos One.

- Senyawa EP055 bekerja dengan cara mematikan kemampuan sperma untuk berenang, yang secara signifikan akan membatasi kemampuan pembuahan pada ovum.

- Saat ini, satu-satunya alternatif untuk kondom adalah obat hormonal dalam uji klinis yang menargetkan produksi sperma. Tapi, obat ini memengaruhi hormon alami pada pria seperti kontrasepsi wanita yang memengaruhi hormon pada wanita.

- Pil kontrasepsi wanita bekerja dengan mencegah ovulasi. Ada berbagai jenis pil kontrasepsi wanita yang mengandung bentuk sintetis dari hormon estrogen, progesteron atau keduanya. Pil-pil ini tidak mencegah penyakit menular seksual (PMS) yang hanya bisa dibantu dengan memakai kondom.

Efek Samping Pil Kontrasepsi Wanita
Efek samping yang umum dari pil kontrasepsi adalah mual, bercak-bercak menstruasi, nyeri payudara, sakit kepala, migrain, kenaikan berat badan, perubahan mood, telat menstruasi, penurunan libido, keputihan, perubahan penglihatan bagi mereka yang menggunakan lensa kontak mata, dll.

Sekarang mari kita lihat efek samping pil kontrasepsi wanita lebih detailnya di bawah ini:

1. Bercak-bercak menstruasi
Pendarahan vagina tiba-tiba adalah umum terjadi saat masa menstruasi. Ini biasanya terjadi dalam 3 bulan sejak awal menggunakan pil kontrasepsi. Selama terjadinya bercak tersebut, pilnya masih efektif, asalkan telah diminum dengan benar tanpa mengurangi dosis yang dianjurkan. Jika Anda mengalami pendarahan selama 5 hari atau lebih saat menggunakan pil kontrasepsi atau pendarahan hebat selama 3 hari lebih, maka Anda harus segera mencari dokter.

2. Nyeri payudara
Pil KB atau pil kontrasepsi wanita dapat menyebabkan nyeri atau pembesaran payudara. Ini biasanya terjadi beberapa minggu setelah dimulainya penggunaan pil. Jika Anda menemukan ada benjolan di payudara atau mengalami nyeri persisten dan sangat parah, maka Anda harus segera mengunjungi dokter. Namun demikian, mengurangi asupan kafein, asupan garam dan memakai bra yang mampu menyokong payudara akan membantu mengurangi rasa nyeri payudara.

3. Mual
Ketika seorang wanita mengonsumsi pil KB, awalnya mungkin dia akan mengalami gejala mual ringan. Gejala mual tersebut dapat berkurang setelah beberapa saat. Jika mual yang Anda alami menjadi semakin berat atau menetap dalam jangka waktu lebih lama dari 3 bulan, Anda harus mencari bantuan medis.

4. Sakit kepala & migrain
Kandungan hormon yang ada dalam pil kontrasepsi dapat meningkatkan kemungkinan sakit kepala dan migrain. Pil dengan beragam jenis dan dosis hormon dapat menyebabkan gejala yang berbeda-beda pula. Misalnya, menggunakan pil dosis rendah dapat mengurangi gejala sakit kepala. Fluktuasi kadar hormon yang disebabkan oleh siklus menstruasi dapat memicu sakit kepala bagi sebagian wanita juga. Tapi, jika sakit kepala migrain Anda berlanjut, segera hubungi dokter.

5. Berat badan
Beberapa jenis pil kontrasepsi hormonal dikaitkan dengan peningkatan berat badan pada wanita. Komsumsi estrogen dalam dosis tinggi dapat memicu kenaikan berat badan karena memicu peningkatan nafsu makan dan retensi cairan. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa, dalam enam bulan pertama penggunaan pil KB, satu dari empat wanita mengalami 5 persen atau lebih kenaikan berat awal mereka.

6. Telat menstruasi
Seorang wanita memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami telat menstruasi, bahkan meskipun dengan penggunaan pil yang tepat. Faktor-faktor yang memengaruhi ini adalah penyakit, stres, perjalanan, kelainan hormonal atau tiroid. Pil ini bekerja dengan memasukkan hormon yang berbeda ke dalam tubuh, dan ini dapat memengaruhi siklus menstruasi Anda. Jika Anda telat menstruasi atau menstruasi Anda tidak lancar, saat menggunakan pil, tes kehamilan dianjurkan.

7. Perubahan suasana hati
Penelitian menunjukkan bahwa pil kontrasepsi oral dapat memengaruhi suasana hati wanita dan meningkatkan risiko depresi atau perubahan emosional lainnya. Beberapa wanita mungkin mengalami depresi, atau suasana hati yang mudah tersinggung. Para wanita yang mengonsumsi siklus pil KB memiliki lebih banyak gejala depresi dan perubahan suasana hati daripada mereka yang mengambil pil aktif.

8. Keputihan
Saat menggunakan pil KB, perubahan dalam cairan vagina dapat terjadi. Mungkin ada peningkatan atau penurunan lubrikasi vagina atau perubahan sifat alami cairan yang keluar dan jika ini berlanjut, Anda perlu mencari bantuan medis. Meskipun keputihan tidak berbahaya, perubahan warna atau bau bisa menandakan infeksi. Juga, jumlah keluarnya sekret yang rendah, dapat membuat vagina rentan terhadap ragi dan infeksi bakteri.

9. Perubahan Mata
Pil kontrasepsi menyebabkan perubahan hormonal yang dikaitkan dengan penebalan kornea di mata. Selain itu, obat lain seperti antidepresan dan obat anti-kecemasan dapat menyebabkan perubahan pada penglihatan. Hormon kehamilan yang kuat juga dapat menyebabkan mata iritasi, kering atau berair.
Loading...

Komentar Anda