Home » Kesehatan» Pengetahuan Umum» 6 Fakta Penting Tentang Penyakit Bipolar yang Perlu Anda Tahu

6 Fakta Penting Tentang Penyakit Bipolar yang Perlu Anda Tahu

. . Tidak ada komentar:
Penyakit bipolar
Ilustrasi penderita bipolar (Weincluded.com)
Otoritas kesehatan mental memperkirakan lebih dari 2 juta orang dewasa telah terdiagnosis mengalami gangguan bipolar (disebut juga manic-depression), ketidakseimbangan kimia di otak yang menyebabkan perubahan suasana hati ekstrem dari level tertinggi manic ke titik terendah yang begitu menyiksa. Meskipun diagnosis gangguan bipolar dapat menakutkan dan membingungkan, gangguan tersebut sebenarnya adalah kondisi yang dapat ditangani dan diobati.

Jika Anda atau seseorang yang dekat dengan Anda telah didiagnosis menderita penyakit bipolar, langkah pertama dalam menghilangkan ketakutan dan ketidakpastian adalah memperdalam edukasi. Semakin banyak Anda tahu tentang seluk-beluk gangguan bipolar, semakin sedikit kendali ketakutan Anda dan orang lain yang mungkin terpengaruh.

Institut Kesehatan Mental Nasional (www.nimh.nih.gov), Aliansi Nasional untuk Penyakit Mental (www.nami.org), dan Asosiasi Kesehatan Mental Nasional (www.nmha.org) hanyalah beberapa dari organisasi internasional yang diakui memberikan informasi valid, fakta dan dukungan kepada siapa saja yang mungkin secara langsung atau tidak langsung terpengaruh oleh gangguan bipolar.

Berikut adalah rangkuman beberapa fakta penting terkait gangguan bipolar yang disediakan oleh organisasi-organisasi ini sekiranya dapat meringankan beberapa kekhawatiran dan pertanyaan Anda seputar banyaknya diagnosis kasus bipolar baru-baru ini.

Gangguan bipolar mempengaruhi banyak orang: Menurut Aliansi Nasional Penyakit Mental (NAMI), gangguan bipolar mempengaruhi sekitar 2,3 juta orang dewasa, atau 1,2 persen dari populasi, pada suatu tahun tertentu.

Gangguan bipolar memiliki banyak penyebab potensial: Tampaknya tidak hanya ada satu penyebab pasti gangguan bipolar. Bukti menunjukkan bahwa ada banyak komponen lain yang bisa ikut berperan, dimana semuanya bisa mempengaruhi keseimbangan kimia bagian-bagian tertentu di otak. Beberapa studi tentang terjadinya gangguan bipolar dalam keluarga menunjukkan disposisi genetik terhadap penyakit tersebut. Faktor-faktor lain mungkin termasuk peristiwa kehidupan yang sangat traumatis, penyakit kronis, alkoholisme, dan penyalahgunaan narkoba.

Gangguan bipolar memiliki beragam gejala: Gejala gangguan bipolar yang paling menonjol adalah perubahan suasana hati yang dramatis terdiri dari kondisi suasana hati manik yang sangat tinggi (bergembira yang berlebihan) hingga kondisi depresi yang melemahkan dan kemudian kembali lagi dengan suasana hati yang relatif normal di antara keduanya. Perilaku selama kondisi manik meliputi perasaan euforia yang meningkat, energi yang ekstrem, penurunan kebutuhan atau keinginan untuk tidur, iritabilitas ekstrem dan distraktibilitas (kebingungan yang tidak jelas), dan peningkatan agresi. Kemudian kondisi depresi mengarahkan pada perasaan putus asa yang berlebihan, hilang harapan, tidak berharga, rasa bersalah, dan kadang-kadang kepikiran untuk bunuh diri.

Gangguan bipolar mempengaruhi kedua jenis kelamin pada anak-anak hingga orang dewasa: Manic depression tidak selektif dalam memilih siapa penderitanya. Perempuan dan laki-laki sama-sama terpengaruh, seperti anak-anak dan remaja (meskipun diagnosis pada anak-anak dan remaja lebih sulit untuk ditentukan). Sebagian besar dari mereka yang didiagnosis dengan gangguan bipolar memiliki setidaknya satu anggota keluarga dengan penyakit tersebut. Dan anak-anak dari orang tua yang menderita penyakit ini lebih mungkin mengembangkannya sendiri.

Gangguan bipolar memiliki modalitas pengobatan yang efektif: Gangguan bipolar dapat diobati (sementara) dengan obat, yang disebut stabilisator suasana hati, untuk membantu mengendalikan fluktuasi suasana hati. Hal yang penting untuk dipahami tentang gangguan bipolar adalah bahwa ini merupakan penyakit seumur hidup dan berulang-ulang yang membutuhkan perawatan berkelanjutan. Selain pengobatan, psikoterapi juga digunakan dalam manangani penyakit teraebut. Psikoterapi membantu orang untuk memahami penyakitnya dan mengembangkan keterampilan khusus untuk membantu menangani peristiwa kehidupan dan stres yang mungkin dapat memicu kondisi manik dan depresi.

Gangguan bipolar tidak ada obat permanennya: Sampai hari ini, tidak ada obat yang diketahui dapat menyembuhkan gangguan bipolar secara permanen. Namun begitu, bipolar adalah penyakit yang bisa dirawat dan dikelola. Dengan berkonsultasi dengan seorang profesional kesehatan mental, diagnosis yang tepat, dan ketaatan untuk mengonsumsi obat-obatan dan rutin menjalani rencana perawatan yang telah ditentukan, kebanyakan individu dengan penyakit bipolar menjalani kehidupan yang sangat produktif dan bermanfaat layaknya orang normal seperti biasa.

Di atas adalah beberapa fakta penting berkaitan gangguan bipolar yang perlu diketahui, terutama bagi mereka yang masih awam dengan penyakit tersebut. Bipolar bukanlah penyakit yang sederhana, namun dapat ditangani dan dirawat. Jika Anda atau ada seseorang yang Anda kenal telah didiagnosis menderita gangguan bipolar, jangan ragu untuk mencari informasi dan bantuan. Salah satu dari organisasi yang disebutkan di atas dapat menawarkan Anda pendidikan, bimbingan, dan dukungan. Memperoleh pengetahuan adalah salah satu langkah pertama Anda dalam mengurangi ketidakpastian dan kecemasan menghadapi diagnosis semacam itu.
Loading...

Komentar Anda